“Cukuplah Kematian Sebagai Nasehat”

Rosululloh Saw Pernah Bersabda : “Cukuplah Kematian Sebagai Nasehat”

Ketika disebut kata kematian maka yang terbetik di benak adalah berpisahnya ruh dengan jasad, berpindahnya seseorang dari semua kesenangan dunia menuju alam lain yang dia sendiri tidak tahu apakah menyenangkan atau sebaliknya dan proses awal seseorang menginjakkan kaki di alam akherat.

Sungguh mengerikan, rasa sakitnya bagaikan 70 kali sabetan pedang. Banyak orang berusaha berlari untuk menghindarinya. Mengharukan, banyak juga yang meneteskan air mata menyaksikannya. Menegangkan, karena seseorang tidak tahu kemana arah kembalinya. Apakah ke surga ataukah ke neraka ?

Lalu, kapankah kita mati ? dan dimana ?

Alloh dengan firman-Nya :

“Setiap jiwa pasti merasakan kematian” (QS. Ali Imron : 185)

“Dan tidak ada satu jiwapun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati” (QS. Luqman : 34)

“Dan datanglah sakarotul maut dengan benar. Itulah sesuatu yang dahulu kamu berusaha lari darinya” (QS. Qof : 19)

Di dalam ayat-ayat diatas, Alloh tidak menyebutkan waktu kapan seseorang akan meninggal dan di mananya. Yang harus senantiasa kita bersiap dan berkemas untuk menghadapi kematian. Karena penyesalan itu hanya ada di kemudian hari. Alloh subhanahu wa Ta`ala mengingatkan kita tentang hal ini dengan firman-Nya :

“Dan infakkanlah apa yang telah Kami rizkikan kepada kalian, sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kalian, lantas dia berkata : “Wahai Robbku, kenapa Engkau tidak tangguhkan kematianku barang sebentar, sehingga aku bisa bersedekah dan bisa menjadi orang sholih ?”. Dan Alloh tidak akan pernah menangguhkan satu jiwapun jika telah datang ajalnya. Dan Alloh maha mengetahui apa yang kalian kerjakan” (QS. Al Munafikun : 10-11).

Semoga dengan mengingat kematian hati kita menjadi lunak, kesadaran kita senantiasa terjaga sehingga kita segera bangkit dari keterpurukan dosa dan segara beramal sholih sebelum semuanya terlambat. Dan jadilah kematian sebagai nasehat terbaik bagi manusia. Rosululloh Saw pernah bersabda : “Cukuplah kematian sebagai nasehat”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *